Selasa, 27 September 2011

Tarian Tradisional | 5.460 Penari Pamonte Meriahkan HUT 33 Kota Palu

Sedikitnya 5.460 pelajar se-Kota Palu, Sulawesi Tengah, menari tari tradisional Pamonte, untuk memeriahkan hari ulang tahun Ke-33 Kota Palu, Selasa (27/9/2011). Usai gelar tari , Museum Rekor Indonesia mencatat tarian ini, sebagai tari dengan peserta terbanyak.
Tari Pamonte ditarikan pelajar di lapangan Vatulemo, Kota Palu, usai upacara yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola. Pelajar yang terlibat mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMU se-Kota Palu.
Tari Pamonte adalah tari tradisional yang menggambarkan kebiasaan gadis remaja Suku kaili di Sulawesi Tengah, yang sedang menuai padi pada waktu panen tiba. Tarian ini juga sebagai simbol rasa syukur atas panen yang melimpah.
Dalam bahasa Kaili, pamonte berarti penuai. Itulah mengapa tarian ini sering ditarikan beramai-ramai dengan suasana gembira.
Jumlah penari yang mencapai 5.460 orang, membuat Museum Rekor Indonesia mencatat tari Pamonte ini sebagai tari dengan peserta terbanyak.
Sertifikat Rekor Muri diserahkan Manajer MURI, Sri Indrayanti, kepada Gubernur Sulteng Longki Djanggola, yang kemudian diteruskan kepada Wakil Walikota Palu, Mulhanan Tombolotutu.
"Kami mencatat tari Pamonte ini dalam catatan kami dan menyerahkan sertifikat sebagai tari dengan rekor penari terbanyak yakni 5.460," kata Sri Indrayanti.

Sumber terpercaya

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Templates | Bloggerized by Free Blogger Templates | Web Hosting Comparisons